Oleh: kanikana | 8 April 2009

Mari Mengenal Myoma Uterine

Beberapa tahun yang lalu, ibunda saya memiliki myoma yang mengharuskan beliau untuk merelakan uterus (rahim) nya harus diangkat.

Waktu itu saya yang masih SMP, hanya tahu bagaimana beliau begitu kesakitan saat tidur malam: dia memegangi tangan saya dengan saat erat sampai sayapun merasa kesakitan dan menangis, selain karena saya tidak tahu harus berbuat apa.

Apa itu Myoma?

Menurut http://www.uterine-fibroids.org/, myoma merupakan otot halus di dinding uterus yang bertumbuh dengan sifat benigna (jinak). Myoma merupakan tumor padat yang terdiri dari jaringan fibrous, dan seringkali disebut dengan tumor fibroid. Myoma bertumbuh dengan derajat besar dan jumlah yang bervariasi, dan kebanyakan tumbuh besar dnegan lambat tanpa gejala.Jenis myoma yang tidak menunjukkan gejala tidak memerlukan tindakan tertentu. Sekitar 25% myoma menunjukkan gejala dan memerlukan tindakan medis.

Myoma dapat tumbuh menjadi single nodula (atau bisa dikatakan benjolan kecil) baik tunggal atau jamak dengan ukuran diameter sekitar 1mm sampai lebih 20 cm. Myoma merupakan jenis tumor di daerah panggul yang seringkali terdiagnosis dan sekaligus alasan terbanyak mengapa wanita harus melakukan histerektomi (pengangkatan rahim).Meskipun myoma disebut sebagai tumor, mereka bukanlah kanker yang bersifat malignan (ganas).

Penyebab terjadinya myoma belum diketahui, tetapi kebanyakan dari kasus myoma muncul pada wanita di usia reproduktif. Myoma tidak akan bertumbuh sebelum tubuh memproduksi hormon estrogen. Myoma dapat tumbuh membesar saat kehamilan, dimana tubuh memproduksi lebih banyak estrogen. Ketika menopause tiba, myoma akan berhenti bertumbuh dan seringkali akan menyusut seiring dengan tidak diproduksinya lagi hormon estrogen.

Sampai saat ini, hysterectomy merupakan pilihan yang banyak diambil untuk kasus myoma (symptomatic fibroids).

Ibunda saya sendiri telah mengalami pengangkatan rahim beberapa tahun yang lalu; setelah sebelumnya menjalani terapi agar myoma tersebut tidak terlalu lengket melekat pada rahim dengan pengobatan Provera.

Gejala sakit yang amat sangat seperti diremas-remas pada rahim (bedakan dengan maag biasa atau menstruasi); atau bahkan sudah ada bercak darah yang keluar dari vagina (diluar masa menstruasi); juga faktor khusus yaitu pernah mengalami operasi kuretase (pada kasus Ibunda saya, kuretase yang dilakukan sebanyak dua kali di masa lampau dicurigai dokternya mungkin tidak terlalu higienis) –patut Anda curigai sebagai gejala mengalami Myoma.

Anda tidak perlu khawatir dengan hal ini; bicarakanlah masalah dan gejala yang Anda rasakan dengan dokter kandungan yang dapat dipercaya.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda.

Common Misspellings: mayoma

Alternate Names: uterine fibroids, fibroids, fibromyoma, leiomyoma, leiomyomata

About these ads

Responses

  1. tante gw juga pernah tuh ngalamin sakit itu, sampe operasi 2 x lagi… serem banget… kayanya emang harus operasi angkat rahim deh…
    cara ngatasinnya donk!!!thanks..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: